skip to main |
skip to sidebar
RSS Feeds
kumpulan informasi tentang Kesehatan dan Tekhnologi
kumpulan informasi tentang Kesehatan dan Tekhnologi
Friday, May 22, 2009
Posted by fadhiet
Luka / koreng yang banyak menyerang orang dewasa terutama anak – anak, mulanya hanya merupakan bintik – bintik kecil kira – kira sebesar kacang tunggak, karena terus – menerus digaruk, lama – kelamaan timbullah koreng yang membesar. Rupanya menjijikan sekali baunya tidak enak. Kalau luka dikaki biasanya akan meninggalkan bekas berwarna hitam.Friday, May 22, 2009
Posted by fadhiet
Friday, May 22, 2009
Posted by fadhiet
Friday, May 22, 2009
Posted by fadhiet
Friday, May 22, 2009
Posted by fadhiet

Jagung muda memang banyak sekali gunanya, dibakar sangat lezat, dimasak juga enak. Tapi juga bisa dipakai untuk mengobati bekas cacar air, jagung muda sangat berkhasiat menghilangkan bintik merah, bekas cacar air di badan.
Caranya :
Parutlah jagung muda lalu gosokkan pada wajan atau bagian badan yang berbintik merah. Lakukan hal itu secara rutin, teratur.
Semoga sembuh penyakit anda !!
Jika anda nanti benar – benar telah membuktikan resep ini niscaya nanti berkomentar, ”wah sekarang bekas cacarku yang bikin malu itu sudah lenyap”.
Friday, May 22, 2009
Posted by fadhiet

Memang sudah dikodratkan oleh Yang Maha Kuasa, bahwa seorang wanita diberi daya pesona tersendiri terutama mengenai badan / tubuhnya.
Lelaki akan suka sekali melihat penampilan wanita yang selalu tampak cantik, segar dan bersih.
Mengenai kaki wanita, memang ada daya tarik tersendiri. Usahakanlah kaki anda agar tampak indah dengan menghilangkan bulu pada kaki dengan cara tradisional.
Turutlah petunjuk dibawah ini :
Tumbuklah sedikit merica, kapur barus dan beberapa tetes minyak tanah. Campur sampai rata. Kemudian usapkan pada kaki yang ditumbuhi bulu. Dengan sendirinya bulu – bulu kaki yang tidak dikehendaki itu akan rontok sendiri. Dan anda akan memiliki kaki yang mulu. Coba praktekkan!! Semoga anda puas dengan hasilnya.
Wednesday, May 13, 2009
Posted by fadhiet
Wednesday, May 13, 2009
Posted by fadhiet
Wednesday, May 13, 2009
Posted by fadhiet
Wednesday, May 13, 2009
Posted by fadhiet
Wednesday, May 13, 2009
Posted by fadhiet
Sunday, May 10, 2009
Posted by fadhiet
Untuk menjaga agar tubuh tetap langsing tidak kering kerontang seperti tinggal kulit pembalut tulang melainkan langsing namun montok dan berisi, maka ikutilah resep dari madura ini :
Apabila anda minum, maka minumlah sedikit atau secukupnya saja. Habis makan minumlah beberapa teguk saja. Dengan sedikitnya minum tubuh akan tetap langsing tak akan terjadi kegemukan.
Akan tetapi untuk membuat badan tetap langsing montok dan berisi, maka ambillah segelas teh pahit. Daun teh yang cukup banyak jika diseduh dengan air panas akan menjadi teh pahit. Kemudian ambilah jeruk nipis dibelah menjadi empat, buang isinya kemudian peras airnya dan masukkan ke dalam gelas berisi teh pahit tadi. Minumlah teh pahit yang berisi jeruk tadi pada pagi hari setengah gelas kemudian sisanya setengah gelas diminum pada sore harinya.
Dengan berolah raga secukupnya, misalnya senam pagi atau menari balet disertai minum ramuan tadi setiap hari, maka tubuh anda akan langsing, montok, berisi dan segar.
Sunday, May 10, 2009
Posted by fadhiet
Tanda – tanda penyakit ini ialah penderita mempunyai barta badan yang tidak seimbang dengan tinggi atau besar badan. Badan terasa lemah dan kulit tampak kepucat – pucatan. Sering merasa pusing, perasaan sangat sensitive sehingga mudah mengamuk dan mudah pingsan. Jika anda terkena penyakit ini cobalah membuat ramuan di bawah ini :
Bahan – bahan :
Cara membuatnya :
Lempuyang dam kunyit tidak dikupas kulitnya setelah dicuci langsung diparut kemudian dibubuhi gula jawa dan diperas. Kemudian rebuslah dengan air sebanyak tiga gelas. Jika dicicipi kurang manis, maka tambahlah gula jawa secukupnya. Biarkanlah sampai mendidih hingga airnya tinggal satu gelas, setelah dingin minumlah sampai habis sewaktu hendak tidur ulangi hal ini beberapa kali. Mudah – mudahan dalam waktu 4 bulan anda akan segera sembuh!
Sunday, May 10, 2009
Posted by fadhiet
Penyakit ini biasanya melanda kaum pria. Penderita akan sukar memuaskan partnernya ketika melakukan hubungan seks. Penderita kan merasa malu dan rendah diri. Untuk mengatasinya cobalah minum jamu ramuan di bawah ini :
Bahan – bahan :
Cara membuatnya :
Jahe diparut, diperas dan diambil airnya, telur dikocok sampai halus, jeruk nipis ditumbuk, diperas diambil airnya, merica dihaluskan kemudian dicampur dengan kecap dan madu (semua bahan). Kemudian dikocok.
Cara memakainya :
Kocokan jamu diminum menjelang tidur malam atau ketika akan bersetubuh, hasilnya sungguh luar biasa, sisa atau ampas perasan ramuan jangan dibuang tapi cobalah anda seduh dengan air panas. Setelah agak hangat – hangat kuku lalu balurkan pada penis/zakar anda setelah selesai bersetubuh, tak berapa lama penis akan bergerak lagi. Sehingga persetubuhan yang kedua akan terasa nikmat yang luar biasa!
Saturday, May 09, 2009
Posted by fadhiet
Bahan – bahan :
1. Bebeberapa daun jambu yang masih muda.
2. Biji pisang klutuk (pisang yang banyak bijinya)
Cara membuatnya :
Jambu dan pisang dicuci bersih - bersih, pisang klutuk jangan dikupas kulitnya. Pisang diparut lalu dicampur dengan daun jambu dan ditumbuk sampai halus, kemudian minumlah air peresan pisang dan daun jambu tersebut. Lakukan hal itu berkali - kali. Pengobatan penyakit ambeien memang memerlukan waktu yang lama. Menurut dr. Belinda Nadesul (majalah Sarinah 14 Mei 1984), bahwa sekalipun penderita ambeien sudah tidak merasa ada keluhan. Pengobatan perlu diteruskan sekurang - kurangnya sampai sebulan secara teratur. Dianjurkan pula untuk tidak makan makanan yang merangsang kambuhnya penyakit ini terutama pedas, masam, dan yang terlampau berserat (selulosa) serta alkohol, kopi maupun teh, ikan bandeng, daging kambing dan jenis makanan yang bersifat panas hendaknya dikurangi, karena dapat mencetuskan timbulnya serangan ambeien. Akan lebih aman dan baik jika berpantang makan makanan tersebut di atas bagi penderita penyakit ambeien walaupun sudah sembuh!

|
ShoutMix chat widget
Widget by
aiiab
|

